Jispro Kolaborasi Dengan PMI Kota Probolinggo, Peringati Pahlawan dengan Donor

Hafis, salah satu wartawan yang ikut donor darah. Foto: jisprokota.com

JisproKota.com – Rabu, 26 November 2025 pagi, halaman Museum Kota Probolinggo, Jalan Suroyo No. 17, tidak seperti biasanya. Suasana terasa lebih berbeda dengan kehadiran puluhan warga dan jurnalis (Wartawan) yang dengan rela menyumbangkan atau mendonorkan darahnya berbeda. Museum yang biasanya menjadi saksi bisu sejarah, kini menjadi ruang aksi kemanusiaan.

Kegiatan yang digelar dari pagi hingga siang itu, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025. Penyelenggaranya, Jurnalis Probolinggo Kota (JISPRO) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo. Kegiatan donor darah itu. bukan hanya peringatan seremonial, tetapi refleksi dari kepahlawanan.

Sedikitnya ada 12 organisasi dan komunitas turut mendukung giat kemanusiaan tersebut. Mulai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya, komunitas ojek online Kamtibmas (Robokop), hingga tim Search and Rescue (SAR) Probolinggo. Mereka menyatu dalam satu tujuan, menyelamatkan nyawa melalui setetes darah.

Di antara para peserta atau pendonor, ada wajah-wajah yang mungkin tisak saling mengenal sebelumnya. Namun pagi itu, mereka disatukan oleh rasa empati dan kepedulian. Tawa kecil terdengar di sela antrean, bercampur dengan obrolan ringan tentang pengalaman donor pertama maupun yang kesekian kali.

Ketua JISPRO, Dandy Arie Gafur, tampak ikut memantau jalannya kegiatan. Baginya, kegiatan ini bukan hanya program organisasi, tetapi bentuk nyata jurnalis turut ambil bagian dalam denyut kehidupan masyarakat.

“Pahlawan hari ini adalah mereka yang peduli. Donor darah ini kami maknai sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, sekaligus wujud tanggung jawab sosial kami sebagai insan pers,” katanya mantab.

Satu per satu peserta menjalani proses pendonoran, seperti pemeriksaan kesehatan sebelum akhirnya duduk di kursi donor yang siap darahnya diambil oleh petugas PMI. Jarum infus menyalurkan darah bukan hanya ke kantong medis, tetapi mengalirkan harapan bagi pasien yang sedang berjuang di ruang perawatan rumah sakit.

Bagi PMI Kota Probolinggo, kegiatan ini angin segar di tengah tingginya kebutuhan stok darah, terutama menjelang akhir tahun. Kolaborasi lintas komunitas ini menunjukkan, kalau solidaritas tidak hanya lahir saat bencana datang, tetapi tumbuh dari kesadaran kolektif.

“Donor darah bukan soal besar atau kecilnya kontribusi, tapi tentang keberanian untuk peduli,” ujar salah seorang peserta dari komunitas SAR, sembari tersenyum setelah selesai mendonor.

Tak sekadar aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan jejaring antar organisasi. Foto bersama di akhir acara menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang penuh makna.

Hari Pahlawan 2025 di Probolinggo pun terasa berbeda. Ia tidak hanya dikenang lewat upacara dan pidato, tetapi melalui tindakan sederhana namun berarti: setetes darah yang mampu menjadi penentu hidup seseorang.

Di halaman museum yang menyimpan cerita masa lalu itu, hari ini tercipta kisah baru, tentang kepedulian, kebersamaan, dan semangat kemanusiaan yang terus menyala.

Selain menjadi bagian dari refleksi nilai kepahlawanan, kegiatan ini bertujuan membantu PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah, khususnya menjelang akhir tahun yang biasanya diiringi meningkatnya kebutuhan darah di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Sementara itu, petugas PMI Kota Probolinggo menyatakan, kalau darah yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan di sejumlah rumah sakit di wilayah Probolinggo dan sekitarnya. Mulai pasien kecelakaan lalu lintas hingga penderita penyakit kronis yang butuh transfusi rutin.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi JISPRO dengan berbagai komunitas. Sinergi seperti ini sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat, terutama menjelang akhir tahun,” ujar salah satu perwakilan PMI Kota Probolinggo di sela kegiatan.

Kegiatan donor darah ini juga dirangkai dengan sesi foto bersama, kampanye edukasi mengenai pentingnya donor darah rutin, serta sosialisasi manfaat donor bagi kesehatan. Penyelenggara turut mengajak masyarakat, donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian sosial  berkelanjutan.

Antusias peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas SAR, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum. Salah satu relawan dari komunitas SAR Probolinggo, mengaku bangga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.

“Kegiatan ini positif. Selain bisa menolong orang lain, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor itu sendiri. Ini bentuk pengabdian sederhana, tetapi dampaknya besar,” tuturnya.

Ke depan, JISPRO berencana menggelar sejumlah kegiatan lanjutan seperti bakti sosial, santunan untuk masyarakat rentan, hingga edukasi literasi dan kesehatan di berbagai wilayah Kota Probolinggo.

Melalui aksi donor darah ini, semangat Hari Pahlawan 2025 tidak berhenti pada simbol dan seremoni semata. Nilai-nilai kepahlawanan justru diterjemahkan dalam tindakan konkret yang menumbuhkan kepedulian, persatuan, serta rasa tanggung jawab sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *