JisPro.com – Pepatah lawas bilang, “Merpati tak pernah ingkar janji.” Kalimat ini sering dijadikan senjata pamungkas buat nyindir mereka yang hobi ghosting atau yang bilangnya “OTW” padahal baru selesai mandi, pas handukan.
Tetapi, di Kota Probolinggo, pepatah atau ungkapan terseut bukan sekadar kiasan. Itu adalah fakta lapangan yang baru saja dibuktikan dalam ajang Wali Kota Cup Tapal Kuda 2025.
Bayangkan saja, burung-burung ini dilepas dari Blora, Semarang, Pekalongan, Cirebon, sampai Jakarta, tapi mereka tetap tahu jalan pulang ke rumah tuannya, di Probolinggo, Jawa Timur. Lah, kita? Ke minimarket yang berada di belokan kompleks saja, kadang lupa mau beli apa.
Sabtu (27/12/2025) kemarin, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, secara resmi menyerahkan hadiah kepada para pemenang “atlet sayap” ini. Acara ini menandai berakhirnya drama kolosal (baca: lomba) yang sudah berjalan dua bulan penuh, sejak 12 Oktober hingga 24 November 2025.
Buat kamu yang masih meragukan kesetiaan, simak liputan ini biar hatimu agak adem.
Bukan Sekadar Hobi Gabut, Ini Soal “GPS Alami”
Kalau kamu pikir lomba merpati pos itu cuma kerjaan bapak-bapak sarungan sambil nyeruput kopi di sore hari, kamu salah besar. Ini adalah uji nyali, uji stamina, dan uji navigasi tingkat dewa.
Para peserta di Wali Kota Cup Tapal Kuda 2025 ini harus melewati lima pos neraka: Blora, Semarang, Pekalongan, Cirebon, dan Jakarta. Jaraknya nggak main-main, Bos. Ini bukan jarak yang bisa ditempuh cuma dengan modal Google Maps dan paket data sekarat.
Para merpati yang ikut lomba tersebut mengandalkan insting dan daya jelajah luar biasa. Kalau merpatinya nyasar atau mampir ngopi di Tegal, ya otomatis gugur. Untungnya, para juara di lomba ini membuktikan kalau mereka punya dedikasi tinggi. Nggak heran kalau dr. Aminuddin Wali Kota Probolinggo, sampai angkat topi.
Kata Pak Wali: Simbol Kesetiaan dan Cuan
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin nggak cuma basa-basi birokrasi. Beliau melihat ada filosofi mendalam di balik kepakan sayap merpati.
“Balap Merpati pos ini bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari budaya dan tradisi yang harus kita jaga bersama. Burung ini juga menjadi simbol kesetiaan, kedisiplinan, dan komitmen yang sejalan dengan semangat kebersamaan komunitas,” ujar dr. Aminuddin dengan nada yang (mungkin) bikin baper para jomblo di lokasi.
Di Kota Probolinggo sendiri, tercatat ada 130 orang yang tergabung dalam komunitas merpati pos. Angka yang lumayan solid buat bikin partai politik… eh, maksudnya komunitas hobi.
Pak Wali juga menekankan kalau Pemkot Probolinggo bakal terus support kegiatan ini. Kenapa? Karena selain melestarikan budaya, hobi ini juga menggerakkan roda ekonomi. Ya iyalah, mulai dari penjual pakan, pengrajin kandang, sampai jasa ekspedisi burung (emang ada?) pasti kecipratan rezeki.
Sinergi Tapal Kuda: Terima Kasih Pak Wali
Sementara itu, Ketua Tapal Kuda, Imam Hanafi, tampak sumringah. Lomba berjalan lancar, peserta antusias, dan yang paling penting: Pak Wali datang bawa dukungan (dan hadiah, tentunya).
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota atas dukungan penuh terhadap kegiatan Tapal Kuda. Ini bukan hanya tentang lomba, tetapi juga tentang pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat,” kata Imam.
Imam juga mengingatkan pentingnya sinergi. Intinya, kalau pemerintah dan komunitas akur, acara sekelas Wali Kota Cup Merpati Pos Racing ini bisa jadi agenda tahunan yang dinanti-nanti. Siapa tahu tahun depan rutenya diperpanjang sampai ke hati si dia yang tak kunjung peka.
Kenapa Harus Peduli?
Lomba Merpati Pos di Kota Probolinggo ini mengajarkan kita satu hal penting: sejauh apa pun kamu pergi, rumah adalah tempat terbaik untuk kembali. Jadi, untuk kalian yang suka keluyuran nggak jelas atau hobi ninggalin pas lagi sayang-sayangnya, belajarlah dari merpati Kota Probolinggo. Mereka terbang ratusan kilometer, menerjang angin dan badai, cuma demi pulang ke kandang majikannya.
Selamat buat para pemenang! Dan buat merpati yang belum juara, tenang saja, setidaknya kalian sudah menang di hati kami karena berhasil pulang dengan selamat.***






