JisproKota.com – Halo, Jamaah Jisprokota yang budiman. Semoga dompet kalian tetap tebal meski tanggal tua. Kali ini, kita enggak bakal bahas HP keluaran terbaru yang harganya setara motor bekas. Eggak, kita bakal mundur sedikit ke belakang—atau mungkin agak jauh—ke tahun 2019.
Kita akan membedah Infinix Note 6 Plus (atau sering dikenal sebagai Infinix Note 6 saja di pasar global). Kenapa bahas HP lawas? Karena bagi kaum mendang-mending dan pemburu HP second di marketplace, gadget ini adalah fenomena unik.
Bayangkan, dengan harga gorengan (oke, ini hiperbola), kalian bisa dapet HP yang ada stylus-nya. Iya, pena kecil yang biasanya cuma ada di HP Samsung seri Note yang harganya selangit.
Apakah HP ini masih worth it atau cuma jadi ganjalan pintu? Mari kita kulik sambil menyeruput kopi sachet.
Desain: Elegan tapi “Jadul-able”
Mari kita jujur, desain HP tahun 2019 itu punya ciri khas: dagu dan jidat layar tebal. Tapi, Infinix Note 6 Plus ini berusaha tampil necis dengan bodi kombinasi polikarbonat (baca: plastik) yang dipoles biar mirip kaca.
Tersedia dalam warna Midnight Black, Mocha Brown, dan Aqua Blue (atau kalau di versi Plus ada sebutan Tranquil Sea Blue). Dipegang masih enak, dilihat juga enggak malu-maluin amat kalau ditaruh di meja warkop. Cuma ya itu, jangan berharap bezel tipis ala HP kekinian yang layarnya tumpah ke samping.
Layar: AMOLED, Bos! (Bagian Paling Manis)
Nah, ini dia jurus andalannya. Di saat HP murah zaman sekarang masih banyak yang pakai panel IPS LCD yang warnanya kadang pucat kayak muka orang belum sarapan, Infinix Note 6 Plus sudah pakai AMOLED 6,01 inci Full HD+.
Artinya apa? Hitamnya pekat, warnanya gonjreng, dan mata kalian dimanjakan. Fitur Always-On Display (AOD) juga hadir. Jadi, HP bisa ditaruh di meja untuk pamer jam tanpa harus disentuh. Fitur kecil yang bikin kalian terlihat sibuk dan penting.
Dapur Pacu: Menguji Kesabaran
Masuk ke jeroan, mari kita menghela napas sejenak. HP ini ditenagai MediaTek Helio P35.
Buat kalian yang haminya main Genshin Impact rata kanan, silakan tutup artikel ini dan pergi bekerja lebih keras. Chipset ini, dipadukan dengan RAM 4GB dan internal 64GB, lebih cocok buat multitasking ringan. Buka WhatsApp, scrolling Instagram, sambil dengerin Spotify masih aman. Tapi kalau dipaksa render video atau main game berat, HP ini mungkin akan meronta kepanasan.
Helio P35 di tahun sekarang itu ibarat motor bebek lama: bisa jalan, irit, tapi jangan diajak balapan liar.
X Pen: Alasan Utama Kamu Beli HP Ini
Inilah gimmick yang bikin Infinix Note 6 Plus punya tempat di hati para ilustrator kere hore. X Pen.
Stylus bawaan ini bukan hiasan. Kalian bisa bikin sketsa, corat-coret catatan belanja, sampai pakai fitur AR Measure buat ngukur panjang meja (siapa tahu kalian iseng jadi tukang ukur dadakan).
Responsivitasnya? Ya jangan disamakan sama S-Pen-nya Samsung atau Apple Pencil, lah. Tapi buat sekadar doodling saat gabut menunggu balasan chat dari doi, ini fitur mewah di kelasnya.
Kamera: Cukup Buat Story WA
Di punggungnya ada tiga mata:
16MP Utama: Bagus kalau cahayanya melimpah ruah kayak kasih sayang ibu.
8MP Ultra-wide: Lumayan buat foto grup biar temen yang di pojokan nggak kepotong.
2MP Depth: Buat efek bokeh-bokehan biar background-nya blur, se-blur masa depan hubunganmu.
Kamera depan 16MP-nya juga cukup oke buat video call atau selfie dengan filter jahat. Hasilnya? “Boleh lah,” enggak bikin malu, tapi juga enggak bikin kagum setengah mati.
Baterai dan Ironi MicroUSB
Baterainya 4000 mAh. Standar, cukup buat seharian kalau pemakaian wajar. Tapi, ada satu dosa besar yang dibawa HP ini, yakni Port MicroUSB.
Di era di mana kabel USB Type-C sudah jadi standar peradaban manusia modern, colokan MicroUSB terasa sangat prasejarah. Pengisian dayanya pun enggak bisa dibilang ngebut. Jadi, siapkan kesabaran ekstra saat ngecas, ya.
Harga: Murah Meriah Mencret
Karena ini HP rilis 2019, jangan cari barunya di toko resmi, niscaya diketawain mbak-mbak SPG-nya.
Di pasar HP bekas (marketplace ijo atau oranye), harganya terjun bebas. Kalian bisa nemu di kisaran Rp550.000 sampai Rp1.600.000 tergantung kondisi. Kalau yang 500 ribuan biasanya batangan dan lecet pemakaian wajar (wajar habis jatuh dari lantai 2 maksudnya).
Kesimpulan: Beli Nggak Nih?
Infinix Note 6 Plus ini cocok buat:
Kamu yang pengin ngerasain pake stylus tapi budget UMR Jogja.
Orang tua yang butuh layar bagus (AMOLED) biar baca WA nggak sakit mata.
HP kedua buat admin olshop atau sekadar koleksi.
HP ini NGGAK cocok buat:
Gamer kompetitif.
Kamu yang nggak sabaran nunggu baterai penuh.
Kamu yang alergi sama colokan MicroUSB.
Jadi, Infinix Note 6 Plus adalah bukti, kalau gaya itu enggak harus mahal, tapi kadang harus kompromi sama performa. Sekian.***


